Lewati ke konten utama
YayasanJejak Kasih Indonesia
Anak-anak berlari ke arah kamera sambil tertawa di sebuah kampung di Sumba.
Persiapan

Makanan bergizi untuk anak-anak sekolah di Sumba. Dibangun sesuai standar nasional. Dibuktikan.

Yayasan Jejak Kasih Indonesia hadir di Sumba, Nusa Tenggara Timur, untuk membantu mengurangi “stunting” pada anak usia sekolah, kelompok usia yang sering terlewatkan setelah periode 1.000 hari pertama kehidupan.

Jejak perjalanan kami

Kami sedang mempersiapkan dapur sekolah pertama kami di Sumba. Lokasinya belum ditetapkan: survei sekolah di tiga kecamatan telah selesai dan rekomendasinya sudah kami terbitkan, dan kami sedang berbicara dengan pemerintah daerah agar tidak membangun sesuatu yang sudah tersedia. Halaman ini akan diperbarui ketika lokasi ditetapkan.

Prevalensi stunting di NTT
37%
Rata-rata nasional
19,8%
Sekolah yang kami survei
48

Sumber: Survei Status Gizi Indonesia 2024, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia

Model kami

Proses perancangan program kami

  • Dirancang sesuai dengan program nasional

    Dapur akan dibangun sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional untuk satuan SPPG, termasuk persyaratan sertifikasi higiene dan radius pelayanan enam kilometer. Alasannya sederhana: dapur yang tidak memenuhi standar tersebut tidak dapat masuk ke dalam program nasional, sehingga biaya penyediaan makanan akan selamanya bergantung pada donasi.

  • Setiap tahap disertai bukti

    Dana disalurkan secara bertahap. Untuk setiap tahap, kami menerbitkan bukti: foto pekerjaan yang tidak memuat geotag maupun titik koordinat, kuitansi terperinci atas pengeluaran, dan anggaran dibandingkan realisasi. Setelah porsi makan disajikan, penyalurannya dibuktikan dengan jumlah porsi dan tanggal penyajiannya, disahkan oleh pihak sekolah dan diterbitkan tanpa menyebut nama sekolahnya. Bukti setiap tahap membuka penyaluran tahap berikutnya.

  • Satu lokasi, dikerjakan dengan sungguh-sungguh

    Kami memilih satu lokasi dan mengerjakannya dengan benar, bukan membangun banyak lokasi sekaligus. Satu dapur yang aman dan beroperasi setiap hari sekolah lebih berarti daripada beberapa dapur yang pada akhirnya berhenti beroperasi.

Sumber: Diadaptasi dari WHO Five Keys to Safer Food dan prinsip HACCP (Codex Alimentarius). Diambil 7 Agustus 2026.

Baca program lengkapnya

Kebutuhan yang ingin kami penuhi

Mengapa anak usia sekolah?

Sebagian besar program gizi di Indonesia berfokus pada seribu hari pertama kehidupan, yaitu masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Fokus ini tepat dan penting. Namun, setelah periode tersebut, dukungan gizi sering kali berkurang, padahal kebutuhan gizi anak terus berlanjut.

Di NTT, anak usia sekolah masih menghadapi risiko kekurangan gizi yang tinggi. Dampak kekurangan gizi kronis terhadap pertumbuhan dan kemampuan belajar dapat berlangsung hingga jangka panjang.

Mandat dan fokus kegiatan kami
Anak-anak sekolah berseragam putih merah berlari menjauh di jalan desa di Sumba.

Anak usia sekolah di Sumba menjadi fokus kegiatan kami. Saat ini, belum ada dapur yang beroperasi, dan halaman Program menjelaskan tahapan pelaksanaannya.

Satu dapur, lalu ditanggung negara

Rp 1,6 miliar

Inilah bentuk tawaran kami, dalam tiga langkah. Langkah ketiga adalah alasan seluruh pekerjaan ini dirancang seperti ini.

  1. Anda membiayai pembangunannya

    Satu kali saja. Dana itu membangun dan melengkapi satu dapur, bukan membiayai makan harian selamanya.

  2. Kami bangun sesuai standar nasional

    Pembangunan sesuai spesifikasi Badan Gizi Nasional bagi satuan SPPG, termasuk sertifikat higiene dan radius pelayanan enam kilometer, lalu kami akan menjalankannya setiap hari sekolah.

  3. Biaya makan selanjutnya ditanggung oleh program nasional

    Ketika sekolah tersebut sudah tercakup dalam program Makan Bergizi Gratis, biaya makan harian ditanggung oleh anggaran negara, bukan donasi. Dengan demikian, dapur dapat terus beroperasi tanpa bergantung pada penggalangan dana berulang.

Masuk ke program nasional adalah keputusan Badan Gizi Nasional, bukan keputusan Yayasan, dan belum tentu cepat. Di kabupaten ini sudah ada dapur yang selesai dibangun, namun belum beroperasi karena menunggu pencairan dana pemerintah. Sampai dapur kami masuk ke dalam program, biaya makan tetap ditanggung oleh Yayasan.

Pendanaan yang dihimpun oleh EffortX Foundation Ltd (Australia)

Mitra pendanaan kami, EffortX Foundation Ltd (Australia), telah menghimpun dana berikut untuk program makan sekolah di Sumba. Dana itu dihimpun dan tanda terimanya diterbitkan oleh EffortX Foundation Ltd, bukan oleh Yayasan.

Terhimpun
$23,244
Target
$100,000
Donasi
451

Kemajuan pendanaan

23%

Dana disalurkan kepada Yayasan secara bertahap. Penyaluran pertama dilakukan ketika proyek mencapai target pendanaannya. Bukti untuk setiap tahap membuka penyaluran tahap berikutnya.

Donasi yang diterima oleh EffortX Foundation Ltd (Australia) dapat dikurangkan dari pajak di Australia bagi wajib pajak Australia. Yayasan sendiri tidak menerbitkan kuitansi pajak Australia.

Dukung proyek ini (membuka di tab baru)

Data diperbarui setiap 15 menit dari basis data platform. Data per 22 September 2026.

Lihat tata kelola dan laporan keuangan

Tahap yang sedang kami kerjakan

Tahapan di bawah ini menunjukkan posisi kami hari ini. Setiap tahap yang selesai disertai tanggal penyelesaiannya.

  1. Yayasan didirikan dan disahkan sebagai badan hukum

    30 Juni 2026

    SELESAI
  2. Survei sekolah selesai dan analisisnya diterbitkan

    7 Agustus 2026

    SELESAI
  3. Lokasi dapur pertama ditetapkan

    SEDANG DIKERJAKAN
  4. Izin usaha jasa boga, KBLI 56290, terdaftar

    SEDANG DIKERJAKAN
  5. Dapur dibangun, lalu porsi makanan pertama disajikan

    BERIKUTNYA
  6. Dapur diajukan untuk masuk program nasional

    BERIKUTNYA
Lihat bukti dan datanya
Jalan beraspal berkelok menuruni perbukitan Sumba, dengan lembah di kejauhan.

Jarak seperti inilah alasan standar pemerintah menempatkan dapur dalam radius enam kilometer dari sekolah yang dilayani. Makanan matang tidak dapat menempuh jalan sejauh ini dengan aman.

Hubungan kami dengan pihak lain

Yayasan Jejak Kasih Indonesia bekerja sama dengan EffortX Foundation Ltd, lembaga amal yang terdaftar pada Australian Charities and Not-for-profits Commission (ACNC) di Australia, sebagai mitra pendanaan. Keduanya adalah badan hukum yang terpisah, dengan pengurus dan tanggung jawab hukum masing-masing.

Hubungan itu diatur dalam perjanjian kerja sama penggalangan dana berbasis proyek yang ditandatangani pada 15 Juli 2026.

Donasi yang diterima oleh EffortX Foundation Ltd (Australia) dapat dikurangkan dari pajak di Australia bagi wajib pajak Australia. Yayasan sendiri tidak menerbitkan kuitansi pajak Australia.

Dana dihimpun dan tanda terimanya diterbitkan oleh EffortX Foundation Ltd (Australia), lalu disalurkan kepada Yayasan secara bertahap. Penyaluran pertama dilakukan ketika proyek mencapai target pendanaannya. Bukti untuk setiap tahap membuka penyaluran tahap berikutnya.

Tentang Yayasan kami dan legalitasnya

Menghubungi kami

Pertanyaan mengenai kemitraan, pendanaan, atau kerja sama dengan sekolah dan dinas dapat dikirimkan melalui halaman kontak.

Dukung kami (membuka di tab baru)