Lewati ke konten utama
YayasanJejak Kasih Indonesia

Bukti dan data

Mengapa halaman ini ada

Uang amal sering berhenti bukan karena hilang, melainkan karena tidak ada yang dapat melihat ke mana perginya. Ketika penyaluran tidak dapat diperiksa, donatur memberi lebih sedikit, dan memberi kepada yang paling keras bersuara, bukan kepada yang paling nyata bekerja.

Karena itu kami menerbitkan bukti.

Apa yang kami terbitkan

Untuk setiap tahap pekerjaan yang didanai:

  • Foto bergeotag dari lokasi pekerjaan
  • Kuitansi terperinci atas pengeluaran
  • Daftar hadir penerima manfaat
  • Anggaran dibandingkan realisasi

Bagaimana penyaluran bekerja

Pekerjaan dibagi menjadi beberapa tahap yang ditetapkan di awal. Dana disalurkan secara bertahap mengikuti tahapan itu. Penyaluran pertama dilakukan ketika proyek mencapai target pendanaannya. Bukti yang kami terbitkan untuk satu tahap membuka penyaluran tahap berikutnya.

Artinya pekerjaan yang belum dibuktikan tidak berlanjut ke pendanaan tahap selanjutnya.

Perbukitan Wairinding di Sumba Timur, membentang hingga garis horizon.

Medan seperti inilah yang membuat radius pelayanan enam kilometer menjadi ukuran yang menentukan dalam analisis lokasi kami.

Survei sekolah: analisis agregat

Kami menerbitkan analisis kami sendiri atas registri sekolah nasional untuk satu kecamatan di Kabupaten Sumba Timur. Kecamatan itu terletak di antara dua lokasi dapur yang sudah ada dan berada di luar radius pelayanan 6 kilometer dari keduanya, sehingga titik terbaik yang kami uji tidak menduplikasi keduanya. Argumennya adalah celah cakupan, bukan penilaian atas dapur siapa pun.

Sekolah negeri yang disurvei
14
Terjangkau dalam radius 6 km
8
Dengan listrik PLN terkonfirmasi
5
Tidak terjangkau dari titik mana pun
4

Koridor jalan

8 sekolah dalam radius 6 km
2 sekolah, 6 hingga 7 km
4 sekolah, 8 hingga 12 km

Lokasi dapur, satu sisi

Lokasi dapur, sisi lain

radius pelayanan 6 km

Satu kecamatan di Kabupaten Sumba Timur berada di antara dua lokasi dapur yang sudah ada, dan berada di luar radius pelayanan 6 kilometer dari keduanya. Tanda pada gambar adalah jumlah sekolah per rentang jarak, bukan posisi sekolah.

Jumlah sekolah

Jumlah sekolah negeri di kecamatan tersebut menurut registri nasional.
KeteranganJumlah
Seluruh sekolah negeri14
Sekolah dasar10
Sekolah menengah pertama4
Desa yang tercakup8

Ketersediaan listrik

Sebaran keterangan listrik pada registri nasional.
KeteranganJumlah
PLN, terkonfirmasi5
Tenaga surya, terkonfirmasi1
Tercatat tidak ada2
Tidak tercatat6

Luas lahan

Sebaran luas lahan sekolah.
KeteranganJumlah
Sampai 10.000 m²7
10.001 hingga 50.000 m²5
Di atas 50.000 m²2

Seluruh 14 sekolah memiliki lahan di atas batas minimum 800 m² untuk satu SPPG penuh. Lahan terkecil 4.374 m² dan terluas 600.000 m².

Akreditasi

Sebaran status akreditasi.
KeteranganJumlah
Akreditasi B6
Akreditasi C8

Pemodelan jarak

Kami menguji empat calon titik dapur. Titik terbaik menjangkau 8 dari 14 sekolah dalam radius 6 kilometer, yaitu radius pelayanan yang dipakai standar pemerintah. Lima di antaranya memiliki listrik PLN yang terkonfirmasi, dan pasokan listrik adalah kendala rantai dingin yang paling menentukan di lokasi terpencil.

Kelompok sekolah di bagian selatan kecamatan berada 8 hingga 12 kilometer dari setiap titik yang kami uji, dan tidak terjangkau dari titik mana pun. Kelompok itu memerlukan penyelesaian tersendiri di kemudian hari, dan kami menyebutkannya justru karena rencana ini tidak menjangkau mereka.

Titik yang dimaksud adalah titik hasil pemodelan. Titik itu bukan lokasi yang dipilih dan bukan sebuah sekolah.

Sebaran jarak sekolah dari titik hasil pemodelan terbaik.
KeteranganJumlah
Dalam radius 6 km8
Dalam radius 6 km, dengan listrik PLN terkonfirmasi5
6 hingga 7 km2
8 hingga 12 km, tidak terjangkau4

Catatan yang menyertai data ini

  • Perhatian

    Registri membedakan "Tidak Ada" (secara tegas tidak ada) dari kolom yang kosong (tidak tercatat). Kolom kosong dapat berarti tidak ada pasokan, atau berarti tidak ada yang mengisinya. Hanya lima entri PLN dan satu entri tenaga surya yang terkonfirmasi secara positif. Semuanya harus diperiksa di lapangan sebelum dijadikan dasar keputusan.

  • Perhatian

    Jarak dihitung sebagai garis lurus, bukan jarak jalan. Perjalanan sebenarnya akan lebih jauh.

  • Perhatian

    Registri nasional tidak memuat jumlah siswa terdaftar. Angka tersebut berada di Dapodik, per sekolah. Karena itu besaran cakupan anak bersifat pemodelan dan belum terbukti.

Sumber: Registri sekolah nasional Kemendikdasmen, referensi.data.kemendikdasmen.go.id. Diambil 7 Agustus 2026.

Apa yang dapat dan tidak dapat kami buktikan

Hasil yang kami klaim adalah satu hal: makanan yang disiapkan dengan aman dan disajikan dalam rentang waktu dan suhu yang terkendali, dari dapur yang dibangun sesuai standar nasional dan ditempatkan cukup dekat dengan sekolah yang dilayani agar rentang itu dapat dipenuhi. Kehadiran dan hasil belajar yang lebih baik adalah tujuan pekerjaan ini, dan angkanya akan kami terbitkan ketika kami sudah memilikinya, bukan kami nyatakan sekarang.

Satu dapur di satu sekolah tidak dapat membuktikan hasil pada tingkat populasi. Yang dapat dibuktikan adalah kendali yang dijalankan, catatan yang menyertainya, biaya yang sebenarnya, dan apakah dapur itu berjalan setiap hari sekolah.

Pengukuran apa pun terhadap anak, termasuk pencatatan kehadiran dan pengukuran tubuh, tidak dilakukan sebelum ada persetujuan tertulis orang tua atau wali sesuai Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi. Formulir persetujuan itu belum disusun, sehingga belum ada data anak yang kami kumpulkan.