Bukti dan data
Mengapa halaman ini ada
Dana amal sering kali terhenti bukan karena hilang, melainkan karena tidak ada yang dapat melihat ke mana dana tersebut disalurkan. Ketika penyaluran dana tidak dapat diperiksa, donatur cenderung memberi lebih sedikit dan memilih pihak yang paling lantang bersuara, bukan yang paling nyata hasil kerjanya.
Karena itu kami menerbitkan bukti.
Apa yang kami terbitkan
Untuk setiap tahap pekerjaan yang didanai, seluruh catatan di bawah ini kami publikasikan dan dapat diperiksa. Tidak satu pun memuat titik koordinat atau data pribadi anak, karena keduanya tidak diperlukan untuk membuktikan bahwa pekerjaan tersebut benar-benar telah dilakukan.
- Foto pekerjaan bertanggal, diterbitkan tanpa metadata lokasi
- Kuitansi terperinci atas pengeluaran
- Jumlah porsi yang disajikan beserta tanggalnya, dihitung dan ditandatangani oleh pihak sekolah
- Perbandingan anggaran dan realisasi
Bagaimana penyaluran dilakukan
Pekerjaan dibagi menjadi beberapa tahap yang ditetapkan sejak awal. Dana disalurkan secara bertahap sesuai dengan tahapan tersebut. Penyaluran pertama dilakukan ketika proyek mencapai target pendanaannya. Bukti yang kami terbitkan untuk setiap tahap membuka penyaluran tahap berikutnya.
Artinya, pekerjaan yang belum dapat dibuktikan tidak akan dilanjutkan ke tahap pendanaan berikutnya.

Medan berbukit seperti ini membuat radius pelayanan enam kilometer menjadi ukuran penting dalam analisis lokasi kami.
Survei sekolah: analisis keseluruhan
Kami menerbitkan analisis kami sendiri atas registri sekolah nasional untuk tiga kecamatan di Kabupaten Sumba Timur: Nggaha Ori Angu, Kahaungu Eti dan Pahunga Lodu. Seluruhnya 48 sekolah negeri, terdiri atas 34 sekolah dasar dan 14 sekolah menengah pertama. Ukuran yang kami pakai sepanjang analisis ini adalah cakupan: berapa banyak sekolah yang dapat dijangkau dari satu titik dapur dalam radius pelayanan 6 kilometer, radius yang dipakai standar pemerintah, dan berapa yang tidak. Yang kami tunjukkan adalah celah cakupan, bukan penilaian atas dapur siapa pun. Analisis ini kini sampai pada satu rekomendasi, dan rekomendasi itu kami terbitkan di bawah beserta argumen yang melawannya dan dua temuan yang dapat mengubahnya. Rekomendasi bukan pemilihan: belum ada lokasi yang dipilih, belum ada sekolah yang kami hubungi, kunjungan lapangan belum dilakukan, dan belum ada yang kami janjikan kepada siapa pun.
Angka utama
- Sekolah negeri yang disurvei
- 48
- Terjangkau dalam radius 6 km
- 24
- dari 41
- Dengan listrik PLN yang telah terkonfirmasi
- 18
- dari 24
- Tidak terjangkau dari titik mana pun
- 15
- dari 41
Perbandingan ketiga kecamatan
Tabel ini membandingkan ketiga kecamatan pada kolom agregat saja: nama kecamatan, jumlah sekolah negeri, berapa di antaranya yang masuk pemodelan jarak, berapa yang berada dalam radius pelayanan 6 kilometer, dan berapa dari yang terjangkau itu memiliki listrik PLN terkonfirmasi. Tidak ada sekolah, desa atau titik koordinat di dalamnya. Kolom terakhir adalah hasil pemodelan, bukan hasil pendataan jumlah siswa di setiap sekolah. Tabel ini bukan daftar calon lokasi dan bukan urutan pilihan.
| Kecamatan | Sekolah negeri | Masuk pemodelan | Dalam radius 6 km | Di antaranya, PLN terkonfirmasi | Perkiraan cakupan anak, hasil pemodelan |
|---|---|---|---|---|---|
| Nggaha Ori Angu | 14 | 14 | 8 | 5 | Sekitar 1.000 hingga 1.300 anak |
| Kahaungu Eti | 15 | 11 | 6 | 4 | Sekitar 900 hingga 1.200 anak |
| Pahunga Lodu | 19 | 16 | 10 | 9 | Sekitar 2.400 hingga 2.600 anak |
Perhatian
Kisaran cakupan anak pada tabel ini adalah hasil pemodelan, bukan hasil pengukuran. Kisaran dihitung dari jumlah sekolah dalam radius layanan dan dari kisaran jumlah siswa yang kami periksa pada sebagian sekolah, bukan dari pendataan jumlah siswa di setiap sekolah. Kisaran ini tidak menunjukkan pilihan lokasi.
Temuan dari data
Dari ketiga kecamatan yang disurvei, hanya kisaran cakupan Pahunga Lodu yang mencapai skala satu unit dapur program nasional. Ini temuan dari data, bukan keputusan lokasi dan bukan pemilihan lokasi. Belum ada sekolah yang kami hubungi, belum ada sekolah yang menyetujui apa pun, kunjungan lapangan belum dilakukan, dan keputusan lokasi baru akan diambil pada September 2026.
Jumlah siswa: kisaran yang dibulatkan
| Keterangan | Jumlah |
|---|---|
| Sekolah dasar | Sekitar 50 hingga 150 siswa |
| Sekolah menengah pertama | Sekitar 100 hingga 500 siswa |
Angka ini kami periksa pada 5 sekolah di 2 kecamatan, semester 2025/2026, melalui layanan profil sekolah kementerian. Sekolah mana yang kami periksa, dan dari kecamatan mana setiap angka berasal, tidak kami terbitkan. Kisarannya dibulatkan dengan sengaja, dan angka hasil pengukuran tidak kami catat di mana pun.
Rekomendasi kami, dan apa yang dapat mengubahnya
Berdasarkan bukti pada survei ini kami merekomendasikan Pahunga Lodu sebagai calon terkuat untuk dapur pertama, dengan catatan kunjungan lapangan belum dilakukan: rekomendasi bukan keputusan, dan belum ada lokasi yang dipilih.
Belum ada lokasi yang dipilih. Rekomendasi ini adalah hasil kajian data atas registri nasional yang bersifat publik, dan keputusan lokasi baru akan diambil pada September 2026. Belum ada sekolah yang kami hubungi, belum ada sekolah yang menyetujui apa pun, dan kunjungan lapangan belum dilakukan. Belum ada yang kami janjikan kepada siapa pun.
- Skala
- Perkiraan cakupan anak di Pahunga Lodu sekitar 2.400 hingga 2.600 anak, dibandingkan sekitar 1.000 hingga 1.300 di Nggaha Ori Angu dan sekitar 900 hingga 1.200 di Kahaungu Eti. Model biaya yang kami terbitkan di situs ini disusun untuk satu dapur standar SPPG berkapasitas 3.000 porsi per hari, dan dari ketiga kecamatan hanya cakupan Pahunga Lodu yang dapat memenuhi kapasitas itu. Dapur yang sama, jika dibangun di salah satu dari dua kecamatan lainnya, akan berjalan pada sekitar 40% kapasitas rancangannya sementara seluruh biaya pembangunannya tetap harus ditanggung.
- Listrik
- Dari 10 sekolah yang berada dalam radius pelayanan di Pahunga Lodu, 9 di antaranya memiliki listrik PLN yang terkonfirmasi pada registri, dibandingkan 5 dari 8 di Nggaha Ori Angu dan 4 dari 6 di Kahaungu Eti. Penyimpanan dingin dan sampel simpan membutuhkan listrik yang tidak putus, dan listrik adalah faktor yang paling belum pasti dalam perkiraan biaya pembangunan. Inilah satu-satunya dasar di sini yang risikonya sudah sebagian besar terjawab, bukan yang masih menunggu kunjungan lapangan.
- Akreditasi, dan ini faktor sekunder
- Pahunga Lodu memiliki 3 sekolah berakreditasi A di dalam rinciannya, dibandingkan 1 di Kahaungu Eti dan tidak ada di Nggaha Ori Angu. Ini dasar yang paling lemah dari ketiganya dan kami menempatkannya terakhir justru karena itu: akreditasi menggambarkan sekolah, bukan lokasi dapur, dan dasar ini sendiri saja tidak cukup untuk menopang sebuah rekomendasi.
Ada argumen untuk Kahaungu Eti, dan pembaca tidak seharusnya menemukannya sendiri. Dapur yang sudah berjalan di sekitarnya berjarak 16 hingga 38 kilometer, pemisahan terbesar dari ketiga kecamatan, sehingga atas dasar kebutuhan yang belum terlayani kecamatan inilah yang paling kuat di antara ketiganya. Kahaungu Eti tidak menang di sini karena tujuannya adalah dapur yang dapat berjalan pada skala penuh, bukan jarak terjauh dari dapur yang sudah ada: dengan pemodelan pada survei ini, dapur di sana akan berjalan jauh di bawah kapasitas rancangannya selama dapur itu berdiri.
Ada dua temuan yang dapat mengubah rekomendasi ini. Pertama, kunjungan lapangan yang tidak menemukan bangunan yang layak, atau tidak menemukan sekolah yang bersedia ikut. Yang kami rekomendasikan adalah sebuah kecamatan, dan tidak ada bagian dari rekomendasi itu yang mewajibkan sekolah mana pun di dalamnya menyetujui apa pun. Kedua, tiga sekolah di Pahunga Lodu yang koordinatnya hilang atau tidak valid pada registri, dan itulah sebabnya angka cakupannya dihitung atas 16 sekolah, bukan 19. Jika ketiga sekolah itu ternyata berada di luar radius pelayanan, perkiraan cakupan anak menjadi lebih kecil, dan dasar skala di atas adalah yang pertama runtuh bersamanya.
Setiap kecamatan secara lengkap
Tabel yang sama untuk masing-masing dari ketiga kecamatan: jumlah sekolah negeri, listrik, akreditasi dan rentang jarak, beserta catatan yang berlaku bagi kecamatan itu di samping angkanya sendiri. Seluruh angka yang dikutip di bagian atas halaman ini tersaji lengkap di sini.
Rincian lengkap untuk setiap kecamatan
Jumlah sekolah
| Keterangan | Nggaha Ori Angu | Kahaungu Eti | Pahunga Lodu |
|---|---|---|---|
| Seluruh sekolah negeri | 14 | 15 | 19 |
| Sekolah dasar | 10 | 11 | 13 |
| Sekolah menengah pertama | 4 | 4 | 6 |
| Desa yang tercakup | 8 | 8 | 7 |
Ketersediaan listrik
| Keterangan | Nggaha Ori Angu, 14 dari 14 | Kahaungu Eti, 11 dari 15 | Pahunga Lodu, 16 dari 19 |
|---|---|---|---|
| PLN, terkonfirmasi | 5 | 5 | 12 |
| Tenaga surya, terkonfirmasi | 1 | 3 | 1 |
| Tercatat tidak ada | 2 | 2 | 2 |
| Tidak tercatat | 6 | 1 | 1 |
Akreditasi
| Keterangan | Nggaha Ori Angu, 14 dari 14 | Kahaungu Eti, 11 dari 15 | Pahunga Lodu, 16 dari 19 |
|---|---|---|---|
| Akreditasi A | 0 | 1 | 3 |
| Akreditasi B | 6 | 5 | 7 |
| Akreditasi C | 8 | 5 | 6 |
Pemodelan jarak
| Keterangan | Nggaha Ori Angu, 14 dari 14 | Kahaungu Eti, 11 dari 15 | Pahunga Lodu, 16 dari 19 |
|---|---|---|---|
| Dalam radius 6 km | 8 | 6 | 10 |
| Dalam radius 6 km, dengan listrik PLN terkonfirmasi | 5 | 4 | 9 |
| Tidak terjangkau | 4, 8 hingga 12 km | 5, 10 hingga 14 km | 6, 9 hingga 15 km |
Nggaha Ori Angu
Koridor jalan
- 8 sekolah dalam radius 6 km
- 2 sekolah, 6 hingga 7 km
- 4 sekolah, 8 hingga 12 km
Lokasi dapur, satu sisi
Lokasi dapur, sisi lain
radius pelayanan 6 km
Di Nggaha Ori Angu kami menguji empat calon titik dapur. Titik terbaik menjangkau 8 dari 14 sekolah dalam radius 6 kilometer, dan lima di antaranya memiliki listrik PLN yang terkonfirmasi. Pasokan listrik adalah kendala rantai dingin yang paling menentukan di lokasi terpencil.
Empat sekolah berada 8 hingga 12 kilometer dari setiap titik yang kami uji, dan tidak terjangkau dari titik mana pun. Kelompok seperti ini ada di ketiga kecamatan yang disurvei, seluruhnya 15 sekolah, dan masing-masing memerlukan penyelesaian tersendiri di kemudian hari. Kami menyebutkannya justru karena rencana ini tidak menjangkau mereka.
Titik yang dimaksud adalah titik hasil pemodelan. Titik itu bukan lokasi yang dipilih dan bukan sebuah sekolah.
Luas lahan
| Keterangan | Jumlah |
|---|---|
| Sampai 10.000 m² | 7 |
| 10.001 hingga 50.000 m² | 5 |
| Di atas 50.000 m² | 2 |
Data lahan hanya ada untuk Nggaha Ori Angu. Kahaungu Eti dan Pahunga Lodu belum kami survei untuk lahan, dan angkanya tidak kami perkirakan dari kecamatan yang satu ini. Seluruh 14 sekolah di Nggaha Ori Angu memiliki lahan di atas batas minimum 800 m² untuk satu SPPG penuh, dan yang terkecil pun beberapa kali lipat di atas batas itu, sehingga lahan bukan kendala yang menentukan dalam pemilihan lokasi. Luas persis untuk sekolah terkecil dan terluas tidak kami terbitkan: satu angka meter persegi cukup unik di dalam registri nasional untuk menunjuk satu sekolah, karena itu sebarannya di atas disajikan dalam rentang.
Pemodelan jarak
| Keterangan | Jumlah |
|---|---|
| 6 hingga 7 km | 2 |
Kahaungu Eti
Perhatian
Rincian daya listrik, akreditasi dan cakupan pada survei ini dihitung atas 11 sekolah dasar yang koordinatnya tercatat dalam registri, bukan atas seluruh 15 sekolah. Empat sekolah menengah pertama tidak termasuk dalam rincian tersebut.
Pahunga Lodu
Perhatian
Tiga sekolah memiliki koordinat yang hilang atau tidak valid dalam registri dan dikeluarkan dari pemodelan jarak. Angka cakupan karena itu dihitung atas 16 sekolah, bukan 19.
Catatan yang menyertai data ini
Perhatian
- Registri membedakan "Tidak Ada" (secara tegas tidak ada) dari kolom yang kosong (tidak tercatat). Kolom kosong dapat berarti tidak ada pasokan, atau berarti tidak ada yang mengisinya. Hanya entri yang dihitung sebagai terkonfirmasi, yaitu entri PLN dan tenaga surya, yang benar benar tercatat dalam registri. Semuanya harus diperiksa di lapangan sebelum dijadikan dasar keputusan.
- Jarak dihitung sebagai garis lurus, bukan jarak jalan. Perjalanan sebenarnya akan lebih jauh.
- Registri nasional tidak memuat jumlah siswa. Angka itu tersedia pada layanan profil sekolah kementerian dan telah kami verifikasi untuk sebagian sekolah, tetapi belum untuk seluruhnya. Besaran cakupan anak karena itu sebagian terukur dan sebagian masih berupa pemodelan.
- Jumlah siswa dipublikasikan sebagai kisaran yang dibulatkan, bukan angka persis, dan itu keputusan yang disengaja. Satu angka persis untuk satu sekolah, berdiri di samping nama kecamatan dan sebaran akreditasi di halaman ini, dapat dicocokkan dengan satu entri pada layanan profil sekolah kementerian, sehingga menyebut sekolah itu tanpa menuliskan namanya. Pembulatan menutup jalan tersebut. Angka hasil pengukuran sengaja tidak kami catat di mana pun.
Sumber: Registri sekolah nasional Kemendikdasmen, referensi.data.kemendikdasmen.go.id. Diambil 7 Agustus 2026.
Apa yang dapat dan tidak dapat kami buktikan
Hasil yang kami klaim adalah satu hal: makanan yang disiapkan dengan aman dan disajikan dalam rentang waktu dan suhu yang terkendali, dari dapur yang dibangun sesuai standar nasional dan ditempatkan cukup dekat dengan sekolah yang dilayani agar rentang itu dapat dipenuhi. Kehadiran dan hasil belajar yang lebih baik adalah tujuan pekerjaan ini, dan angkanya akan kami terbitkan ketika kami sudah memilikinya, bukan kami nyatakan sekarang.
Satu dapur di satu sekolah tidak dapat membuktikan hasil pada tingkat populasi. Yang dapat dibuktikan adalah kendali yang dijalankan, catatan yang menyertainya, biaya yang sebenarnya, dan apakah dapur itu berjalan setiap hari sekolah.
Pengukuran apa pun terhadap anak, termasuk pencatatan kehadiran dan pengukuran tubuh, tidak dilakukan sebelum ada persetujuan tertulis orang tua atau wali sesuai Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi. Formulir persetujuan itu belum disusun, sehingga belum ada data anak yang kami kumpulkan.